290 Views

Selamat Hari Lingkungan Hidup

Karya Nyata- Hari Lingkungan Hidup

“Umat Keuskupan Bogor terkasih serta Facebookers sekalian, Selamat merayakan Hari Lingkungan Hidup” demikian Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM pada Sabtu 4 Juni 2016 mengawali sapaan kepada umat Keuskupan Bogor melalui  media sosial Facebook.

“Merayakan hari lingkungan Hidup dengan bertindak lokal dan sederhana itu perlu disadari dan dilakukan sejak dini. Pada kesempatan ini bersama anak-anak Marsudirini Kahuripan Parung Bogor, Kami memberi Asuhan pada situ “Marsudirini” yang asri dengan menebarkan ikan, menanam pohon Ara, Gayam dan Bougenvile “- lanjut Bapa Uskup dengan menekankan generasi muda perlu dikenalkan dan dilibatkan sejak dini dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Menabar Benih Ikan
Menebar Benih Ikan

Bertindak sebagai ketua panitia, Ibu Yenny Puspita Hanjoko yang juga merupakan  ketua lingkungan St.Christophorus Paroki St Ignatius Loyola Bogor- menyelenggarakan acara yang bernuansa hijau dan betema Ekologi ini dengan melibatkan para orang tua, anak anak, Suster dan staff pendidik dari sekolah Marsudirini Parung Bogor.    Kegiatan peduli lingkungan ini terasa begitu hangat serta  meriah  dengan kehadiran Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM yang juga ikut turun tangan langsung melakukan penanaman pohon.Bapa Uskup

“Biarlah saudara-Saudari ikan berkeriapan di danau Kecil itu; berkembang  biaklah !
Biarlah pohon2 Ara, Gayam bertumbuh menghiasi Ibu Bumi kita. Biarlah bunga2 bougenvile memahkotai saudari Tanah”.

Oh…ALLAH sang Pencipta, Keindahan  Sejati…Engkaulah sumber keindahan lingkungan, keindahan relasi antar manusia dan alam ciptaanMu.  Mari membangun persaudaraan sejati dan persaudaraan kosmik (kahuripan, 4 Juni 2016)- demikian Bapa Uskup menutup sambutannya.

Kehadiran Bapa Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM pada pagi hari  di Situ Marsudirini dalam rangka perayaan Pesta Persaudaraan Pencinta Bumi sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup sedunia tersebut, merupakan rangkaian awal dari acara kegiatan beliau dalam menyambut  25 Tahun tahbisan Presbiterat Bapa Uskup dan Pater Petrus Kanisius Aman OFM, yang pada sore harinya ditutup dengan misa syukur.

Hari Lingkungan Hidup 5 Juni, didasarkan atas Konferensi PBB mengenai Lingkungan hidup yang diselenggarakan pada tanggal 5 Juni 1972 di Stockholm dengan tujuan untuk menggugah masyarakat dunia untuk mulai peduli pada lingkungan hidup yang cenderung semakin rusak karena ulah manusia.

Dan Brown dalam Inferno-Neraka (2013), novel thriller fiksi terakhirnya, menggambarkan bahwa dunia memasuki  abad 20 ini mengalami over populasi manusia.

Inferno
Inferno
Populas Dunia-Inferno
Populas Dunia-Inferno

Dibawah tekanan over populasi , manusia  yang tidak pernah berpikir untuk mencuri akan mencuri untuk memberi makan anak anak mereka, mereka yang tidak pernah berpikir membunuh akan membunuh untuk mempertahankan anak anak mereka.

7 dosa besar versi Dante AlighieriDivine Comedy : Kesombongan, keserakahan, hawa nafsu, kecemburuan, kerakusan, kemarahan dan kemalasan akan menyebar dan menguasai umat manusia yang over populasi tersebut.  Dampak keserakahan dan kerakusan sebagai dosa manusia dan anggapan bahwa “saya lah yang pantas dan berhak” : Bumi dan lingkungan terexploitasi .

“Ketika semua tempat di dunia telah penuh sesak oleh penghuni sehingga mereka tidak bisa bertahan hidup di tempatnya berada dan juga tidak bisa berpindah ke tempat lain….. dunia akan membersihkan dirinya sendiri”-Machiavelli in Inferno.

Sebuah gambaran yang bukan mustahil jika manusia dan bumi  tidak sadar dan berbenah.

images-1Wall-E (2008) film kartun garapan Walt Disney secara gamblang menggambarkan bumi yang isinya sampah akibat manusia, ditinggalkan penghuninya karena polutif dan terkontaminasi.      Apapun pilihan masa depan antara Inferno dan Wall-E, ditentukan bagaimana manusia  menyikapinya mulai dari sekarang.

Belum terlambat.

Click juga untuk baca : Seruan Pertobatan Ekologis: “Laudato Si’: Memelihara Bumi sebagai Rumah Kita Bersama (On Care for Our Common Home) www.keuskupanbogor.org |


Ensiklik Laudato Si’, merupakan bentuk keprihatinan dan perhatian intens Paus laudato siFransiskus sebagai pemimpin Gereja Katholik  dalam menanggapi krisis ekologis terkini.  Seruan tersebut terinspirasi dari  St. Fransiskus dari Asisi yang mengingatkan bahwa rumah kita bersama –bumi adalah bagaikan saudari yang berbagi hidup dengan kita, dan seperti ibu yang jelita yang menyambut kita dengan tangan terbuka”.  Bumi bukan pemberian cuma-cuma tetapi pinjaman untuk diwariskan.    | Click to Download PDF Laudato SI -terjemahan Indonesia dari www.sesawi.net| 

Paus Fransiskus menjabarkan kondisi bumi dengan “Apa Yang Terjadi Dengan Rumah Kita”, kondisi bumi yang kritis dengan tujuh persoalan yang dihadapi : polusi,perubahan iklim,masalah air,  hilangnya keanekaragaman hayati,  penurunan kualitas hidup manusia-kemerosotan moral,   Ketimpangan global, tanggapan – tanggapan yang lemah dan keragaman pendapat.

Paus Fransiskus membangkitkan keyakinan yang baik bahwa: masih ada jalan untuk memperbaiki kerusakan – kerusakan yang ada, pada  : “Kabar Baik Penciptaan”, menawarkan konsep berpikir yang selaras untuk memperbaiki kondisi yang sedang terjadi melalui pendekatan kultur,  melibatkan kearifan setiap kebudayaan dan sikap mengharagai antara sesama ciptaan sebagai pemilik bersama atas bumi.

Bab “Akar Manusiawi Krisis Ekologis” mengetengahkan cara pandang dan sikap manusia yang salah terhadap bumi /alam, menjadi pangkal krisis ekologis yang sedang berlangsung.   Manusia memandang diri sebagai subyek pemilik atas kekayaan alam, sehingga secara masif melakukan pengerukan dan eksploitasi demi kepentingannya sesaat sendiri.

Bab terakhir Ensiklik Laudato Si “Pendidikan dan Spiritualitas Ekologis”, Paus Fransiskus menekankan agar segera dimulainya gaya hidup yang baru dalam generasi – generasi baru.  Pendidikan memadai yang disertai keteladanan, sehingga menjamin bumi ini layak untuk diwariskan bagi generasi berikutnya.

Hal ini bisa dimulai dari lingkungan sekitar kita, mulai dari sekarang.

Mari kita memulai mengambil bagian dari himbauan Bapa Uskup, “membangun persaudaraan sejati dan persaudaraan kosmik”.

 

Bogor-STIGLOSB .msi.06.16 -disarikan dari berbagai sumber.

 

About Yohanes Riyanto 27 Articles
Yohanes Riyanto, Msi Paroki St. Ignatius Loyola Sempak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*