508 Views

Rekoleksi BIA: Dengan Semangat Kristus, Suka Cita BIA-BIR Menyatu Dengan Alam

Rekoleksi BIA: Dengan Semangat Kristus, Suka Cita BIA-BIR Menyatu Dengan Alam

STIGLO 24/6/16.

Anak-anak adalah masa depan, apa yang dialami orang tua saat ini adalah hasil didikan orang tua sebelumnya. Tantangan perkembangan zaman membuat semuanya berubah-tidak sama lagi dengan saat masa anak-anak orang tua dahulu.  Di Zaman dengan kondisi ekologis yang sudah kritis karena eksploitasi oleh manusia, tetap dibutuhkan upaya tindakan nyata mengenalkan alam sejak dini kepada anak-anak. Sebuah titik kecil tetap berarti manakala titik-titik tersebut bertumbuh kembang sehingga sebagai generasi mendatang mereka lebih mengenal, mencintai dan bertanggung jawab atas alam sekitarnya.       |Baca Juga :  Seruan Uskup Bogor pada hariari lingkungan hidup |

Selaras dengan hal tersebut Sie KKI (BIA-BIR) dalam menindaklanjuti peran serta umat Katholik dalam tindakan untuk pelestarian alam -terutama anak-anak yang merupakan masa depan Gereja, mengadakan kegiatan Rekoleksi BIA-BIR di Gadog Bogor pada Sabtu 24-25 Juni 2016 yang mengangkat thema “Dengan Semangat Kristus, Suka Cita BIA-BIR Menyatu Dengan Alam”.

Anak-anak adalah masa depan, sudah ditegaskan Yesus “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah- Markus 10:14“.   Maka orang-tua bertanggung jawab untuk memberi asuhan dan didikan.  Yang bertanggung jawab utama memberikan didikan dan arahan adalah keluarga, bukan gereja atau sekolah Minggu.    Gereja, sekolah, sekolah Minggu adalah membantu didikan dari orang-tua, sifatnya menguatkan dan melengkapi.

pembinaPengurus BIA-BIR Ibu Santhi , Bu Yuli, serta Kakak-kakak pembina dibantu oleh Pak Albert wasie Kepemudaan dan Ibu Tri Yanthi Ketua lingkungan Matheus, didalam menyelenggarkan kegiatan pendidikan dan pengasuhan BIA-BIR selalu berpedoman pada ungkapan  Merupakan kebahagiaan bila dapat memberikan suka cita buat anak-anak, ungkapan kasih yang sepenuhnya didedikasikan sebagai bentuk tanggungjawab moral  bahwa yang dibuat saat ini adalah untuk kebaikan anak anak di masa depan, karenanya kegiatan-kegiatan yang diadakan BIA-BIR selalu dilengkapi dengan pesan moral dan iman Kristiani.                | Baca juga : Kegiatan BIA-BIR Paroki STIGLO Semplak Bogor |

Susunan acara Rekoleksi BIA-BIR yang penuh sukacita tersebut sebagai berikut:

BERANGKAT

24/6/2016

  • Berangkat menggunakan Bis dari Gereja St. Ignatius Loyola Semplak Bogor  jam 09.00  pagi, yang dibuka dengan doa oleh ananda Alle-Eugenius Krisna Alluya – Anggota BIA yang juga tercatat sebagai misdinar.
  • DITUJUANSampai di MDC Gadog anak-anak sarapan, lalu memasuki kamar sesuai list yg diberikan oleh kakak pembina. Kakak pembina bertugas mengawasi dan menjaga adik junior nya.
  • Beres-beres dan acara Games sampai saat makan siang.  Setelah makan siang anak-anak acara bebas dan boleh berenang dengan pengawasan kakak pembina dan panitia.
  • Jam 5 Sore mengikuti misa sore yang dipimpin oleh pastor RD. Ridwan Amo, di dalam homilinya Pastor memberikan pertanyaan mengenai siapakan itu Yohanes Pembaptis yang di respon oleh anak-anak dengan sukacita.
  • Setelah misa sore dilanjutkan dengan Adorasi Jalan Salib, dan berkumpul kembali untuk renungan malam.
  • Hasil renungan anak-anak tersebut dilanjutkan dengan membuat doa dan menulis komitmen yang akan mereka jalani dalam mengamalkan kasih, kertas yang ditulis dilipat.api unggun
  • Anak-anak menuju Api unggun yang dibuat untuk acara doa malam itu, yang diselingi dengan menyanyikan lagu kasih dan Di Doa Ibuku, setelahnya kertas yang berisi doa dan komitmen ikut dinyalakan di api unggun.
  • Jam 10 malam, melakukan doa malam dan Pastor memberikan berkat malam.

25/6/2016

  • Pagi jam 5 anak-anak sudah bangun dan olah raga senam bersama, mandi, kemudian sarapan bersama. disungai
  • Untuk tujuan mengenal dan mencintai alam, anak-anak berkumpul untuk melakukan Tracking alam dipandu oleh Panitia dan kakak pembina,  seru , melewati jalan yang penuh tantangan, sawah jalan berbukit dan curam sungai dan perkampungan, sejauh kurang lebih 3,5 km.GOA
  • Dalam perjalan tersebut ada 3 pos pemberhentian, dimana anak2 Diskusimelakukan pencarian nama tokoh alkitab dan menyusun puzle gambar tokoh kitab suci sesuai petunjuku yang diberikan.
  • Sampai kembali di penginapan, anak-anak membersihkan diri lalu makan siang dan doa penutup.
  • Kembali ke Bogor.

Tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada sukacita anak-anak, karena pengalaman suka cita akan membekas di dalam pikiran anak.

Semoga di waktu mendatang, acara serupa dapat dilakukan kembali.

Reportase dan foto oleh Ibu Puji Yuli A.

About Yohanes Riyanto 27 Articles
Yohanes Riyanto, Msi Paroki St. Ignatius Loyola Sempak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*