419 Views

Tempat Doa

Lima Tahun yang lalu, entah kenapa, saya selalu kesulitan untuk masuk dalam suasana doa yang khusuk jika berada di gereja kami yang baru di semplak. Awalnya saya berpikir  hal ini sebabkan oleh udara yang panas dan suara bising di dalam gereja. Hal ini diperkuat dengan begitu mudahnya saya berdoa di gereja katedral Bogor yang ber-ac. Namun ada yang aneh, di cikanyere saya begitu mudah  masuk dalam suasana doa di gereja lama dibanding di gereja baru yang megah di atas.

Anehnya lagi, di rumah saya, kalau saya berdoa di sudut ruang tidur kami yang biasa kami gunakan untuk doa pagi bersama begitu terasa kehadiranNya. Tapi walau saya sudah mencoba untuk konsentrasi atau berdoa tengah malam di ruang tidur anak saya kok tampaknya sulit sekali.

Saya jadi teringat waktu saya kecil dahulu, gereja santa Odilia yang sudah berusia puluhan tahun, begitu mudahnya saya berdoa dengan khusuk di dalamnya. Namun hal itu sirna ketika gereja baru dibangun.

Saya jadi berpikir, apakah benar suatu tempat yang selalu digunakan untuk berdoa bertahun-tahun menjadikan tempat itu memiliki kekuatan untuk mengangkat doa kita kepadaNya. Beberapa percobaan saya coba lakukan. Seperti berusaha untuk tidak konsentrasi di tempat-tempat yang sudah bertahun-tahun dijadikan tempat doa. Atau berusaha menyiapkan lilin, musik yang tenang, dan konsentrasi doa yang penuh di tempat-tempat yang baru saja menjadi tempat doa. Hasilnya? mengarah kepada kesimpulan saya, bahwa tampaknya ada benang merah antara tempat yang sudah bertahun-tahun menjadi tempat doa dengan kemampuan kita untuk berdoa. Apalagi tempat doa di gereja-gereja yang biasanya menjadi tempat orang berdoa khusuk menaruh beban hidupnya ke dalam pangkuanNya. Salah satu bukti lagi, setelah lima tahun berlalu kini saya bisa dengan mudah berdoa khusuk di depan pantung bunda Maria di samping kanan gereja Santo Ignatius Loyola Semplak. Tapi itu semua hanya pengalaman pribadi saya. Apakah anda mengalaminya?

About Holantamba 2 Articles
F. Holan Tamba, Paroki St.Ignatius Loyola Semplak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*