397 Views

“Renungan seorang umat Keuskupan Bogor di bulan Kitab Suci”

Tuhan ,

terima kasih karena sebagai salah seorang anggota GerejaMu yang Kudus, hari ini, aku merasa diingatkan oleh Gembala UmatMu agar rajin dan setia membaca Kitab Suci serta menjadikannya pedoman hidup.

Dalam merenungkan isi ajakan untuk lebih giat menjadikan Kitab Suci pegangan hidup, timbul keinginanku untuk menulis sepucuk surat untukMu, Tuhan .

Namun karena sampai sekarang belum ada pos atau jaringan internet yang menghubungkan dunia tempatku berpijak dan Surga, maka ku layangkan surat ini ke hati sesamaku di dalam perziarahan hidup ini, dimana kuyakin Engkaupun bersemayam di dalamnya.

Tuhan….di sini,

di keuskupan Bogor, berhimpun dalam suatu komunitas kecil para wanita lanjut usia yang tak memiliki apapun kecuali tubuh yang rapuh dan masa lalu yang sarat penderitaan.                  Mereka tidak mengharapkan remah remah roti jasmani, tapi mereka merindukan “reruntuhan kasih“, terutama dari mereka yang rajin membaca Kitab Suci. Kehadiran mereka merupakan suatu seruan :” Hai manusia, Lazarus Lazarus miskin ada di sekitarmu”

Lazarus Lazarus yang di saat saat terakhir hidupnya tak bersuara berseru :” Allahku ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkanku?

Tuhan …. Di suatu desa di Bogor ,

tinggal beberapa wanita yang oleh masyarakat di sebut “ berkebutuhan khusus” Mereka “ miskin pengetahuan” , “miskin harta” , “miskin kedudukan dalam masyarakat”.        Pancaran sukacita mereka merupakan seruan pada banyak orang : “ Hai manusia, mengapa kalian menyingkirkan kami yang adalah para Pemlik kerajaan Allah” ? “ Maafkan kami, jika tingkah laku kami sebagai ungkapan sukacita mengganggu keheningan kalian saat membaca Kitab Suci”

Tuhan…..mengapa sampai saat ini Kau biarkan “Herodes Herodes “ tetap berkuasa berusaha membunuh bayi bayi tak berdosa…bahkan bayi bayi yang belum sempat terlahir?.

KakakdanAdikMengapa Kau biarkan Bayi bayi terlahir dengan menyandang cacat tubuh karena orang tua mereka berusaha menghentikan pertumbuhan mereka sebagai ciptaanMu yang paling luhur ? . Apa kesalahan anak anak ini ? Ocehan polos mereka mengumandangkan suatu pesan bagi umatMu :” Hai manusia, konon Dia yang kalian sembah pernah berkata : “ Biarlah anak anak datang padaKu, karena mereka yang empunya kerajaan Surga”

Tuhan…..aku ini hambaMu yang penuh dengan dosa. Aku merasa nyaman berada dalam komunitas GerejaMu di dunia yang tidak sempurna karena akupun sadar bahwa aku jauh dari sempurna. Kadang aku lupa menyempatkan diri untuk membaca Kita Suci. Dalam segala keterbatasanku , kucoba tetap membuka pintu hati dan rumahku bagi para “Maria Magdalena” yang terusir dari masyarakat . Betapa sering aku tak mampu menghapus air mata mereka.             Air mata penyesalan dan keputusasaan .        Malam ini kupanjatkan doa padaMu, semoga setiap orang yang rajin membaca Kitab Suci tidak turut menjadi orang orang pertama yang berani melempar batu kepada Para Maria Magdalena di jaman ini.

maria ChristnaTuhan…..maafkan aku karena aku sering merasa terpaksa untuk menerima mereka yang Kau hadiahkan padaku sebagai anak atau saudaraku. Kadang rasa jenuh membuat aku merasa sebagai orang yang bukan di panggil untuk mengasihi mereka yang miskin dan tersisih, tapi sebagai orang yang harus mendaur ulang sampah yang tercampak dalam suatu tong sampah besar yang bernama Yayasan ABAS.

Maafkan aku , karena aku sering lupa bahwa Engkau tak pernah mengecewakan kepercayaanku akan PenyelenggaraanMu.

Kututup surat ini ya Tuhan, dengan suatu permohonan : “ utuslah Roh KudusMu agar semakin banyak orang, khususnya di keuskupan Bogor semakin rajin membaca Kitab Suci .

Semoga Kitab Suci semakin banyak memberikan inspirasi dan keyakinan bahwa dimana ada cinta, disitu ada harapan.

Dimana ada harapan , terciptalah suatu keajaiban.

Keajaiban,

yang membuktikan bahwa Pohon yang jelek tetap dapat menghasilkan buah buah yang lezat.

Semoga Kitab Suci dapat meyakinkan mereka yang membacanya bahwa :” Setiap manusia berhak untuk dicintai dan mencintai”

Tonjong 4 September 2016

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*