2772 Views

MENJADI RUNNER UP LOMBA MASAK HARI PANGAN SEDUNIA

Yenni Puspita: Semua Berkat Dukungan Umat Paroki Iglos  

Lingkungan Christoforus Wilayah St. Fransiskus Asisi, akhirnya keluar sebagai juara dua  lomba masak antar paroki se keuskupan Bogor. Bertempat di Aula Puspas Paroki Katedral Bogor, Sabtu 15 Oktober 2016, Lingkungan Christoforus yang hadir dalam perlombaan masak tingkat Keuskupan Bogor sebagai wakil dari Paroki St. Ignatius Loyola Semplak Bogor tampil percaya diri walaupun perlombaan ini adalah hal yang baru buat wakil dari Paroki Iglosb ini.

2Berbekal menu andalan masakan tradisional asal Sulawesi Utara seperti ikan bakar cakalang, sambal dhabu-dhabu dan nasi jagung, Juara bertahan lomba masak antar lingkungan di paroki St.Ignatius Loyola Semplak Bogor ini maju ke tingkat Keuskupan dan berhasil menjadi runner up. “Lomba masak antar paroki se keuskupan Bogor adalah pengalaman pertama sekaligus tantangan luar biasa buat kami,” kata Yeni Puspita, Ketua Lingkungan Christoforus yang hadir mendampingi para cheff dari lingkungannya. Lebih lanjut Yeni mengatakan mewakili paroki di tingkat keuskupan adalah sebuah kebanggaan namun menjadi tantangan serta “beban” yang luar biasa.

Menurut Yenni yang juga koordinator koor Wilayah Fransiskus Asisi ini, dirinya sempat nervous apakah sanggup mewakili Paroki Iglosb di tingkat keuskupan atau justru pulang lebih awal. Namun demikian, dengan keyakinan tinggi dan dukungan serta doa dari umat Paroki Iglosb, memantapkan langkah Christofous menuju Keuskupan Bogor dan menyabet runner up dalam perlombaan pertamanya tersebut.

Dibuka dengan beberapa pertunjukan tarian tradisional Sunda, acara lomba masak tingkat paroki se keuskupan Bogor ini berjalan meriah.  Acara pembukaan, dilakukan di halaman gereja Katedral. Diawali dengan1 sambutan ketua Panitia Hari Pangan Sedunia Keuskupan Bogor Bapak Joko Pitoyo, sambutan berikutnya adalah Uskup Bogor Mgr.Paskalis Bruno Syukur,OFM yang dilanjutkan dengan acara tradisional sunda merontokkan bulir – bulir padi dari tangkainya yang dilakukan bersama Bapa Uskup,  Sr Mariska dan Ketua Panitia Bapak Joko Pitoyo.

Usai acara pembukaan di halaman gereja Katedral, peserta lomba pangan sehat  diarahkan oleh panitia pelaksana menuju ke lantai 4 gedung Puspas Katedral Bogor untuk lomba menyajikan pangan sehat. Sesuai dengan judulnya ternyata peserta lomba tidak memasak makanan di gedung Puspas, tapi menyajikan makanan yang sudah di masak dari rumah masing-masing.
Di pintu masuk aula Puspas semua peserta diwajibkan mendaftar ulang kepada panitia. Wakil Paroki Iglosb ini mendapat nomor urut 14. Selintas sempat terbersit , apakah nomor ini adalah nomor keberuntungan? semoga. Usai mendapat nomor urut  Tim Christo  bergegas masuk ke aula, dan ternyata di aula sudah ada beberapa peserta yang sudah memulai menata makanannya.

Ternyata, acara tidak sesuai rundown yang diterima perserta. Sesi penataan makanan ditetapkan mulai  Pukul  09.00 – 09.45. Menurut panitia peserta diperbolehkan langsung menata meja masing – masing dan tanpa membuang waktu tim Christoforus langsung menata meja seperti yang sudah dikonsep.

Paroki Iglos diapit oleh dua paroki yang sudah berpengalaman dalam lomba masak tingkat keuskupan. Di sebelah kiri  peserta dari St.Thomas Kelapa Dua Depok dan di sebelah kanan peserta dari paroki Kristus Raja Serang. Sebagai sesama peserta kami saling berkenalan. Dan yang mengejutkan saat kami berbincang dengan peserta dari Paroki Kristus Raja Serang, mereka adalah juara bertahan lomba masak ini dua tahun berturut-turut. “Saya sempat gugup loh, diapit juara bertahan dari Serang namun demikian kami tetap semangat dan percaya diri,” kata bu Yenni sambil memotivasi tim Christoforus dengan tekad kuat untuk menang tahun ini.

3Tepat pukul  09.45 WIB waktu penyajian dinyatakan selesai. Hanya satu peserta mewakili tim di meja hidang.  Pukul 10.00 wib ketiga juri mulai menilai. Ternyata jurinya prof. Since dan Prof. Clara yang seminggu sebelumnya menjadi Juri pada lomba masak di paroki Iglos yang dimenagkan Lingk. Christoforus, dan salah  satu lagi juri adalah dari kalangan profesional kuliner Wied Harry.
Penilaian dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama meliputi cara  penyajian dan penataan meja lalu tahap kedua baru acara icip-icip  makanan. Penilaian berlangsung hingga pukul 11.50 dilanjutkan dengan pengumuman pemenang.

Mewakili para juri ,Prof. Since menyampaikan beberapa hal sebelum pengumuman pemenang. Seperti biasa para juri kesulitan memilih pemenang. Menurut Juri semua peserta luar biasa. Tp ini perlombaan tetap harus ada yang keluar sebagai pemenang.
Akhirnya dibacakan para pemenangnya. Dimulai dari juara harapan 3 ternyata dari Paroki St. Thomas Depok.  Tim Paroki Iglosb  deg deg an…msh ada 5 juara. Lalu juara harapan 2 ternyata  dimenangkan oleh Paroki 4Sukabumi…wahh St.Iglosb makin tegang. Lalu juara harapan 1 dari Paroki Katedral Bogor.  Tinggal menyisahkan 3 piala, tim Iglosb semakin tidak tenang. Juara 3 dipanggil ternyata dr paroki Sukasari. Tinggal 2 piala yang artinya kami harus berhadap-hadapan dengan sang juara bertahan Paroki Kristus Raja Serang. Namun Serang akhirnya keluar sebagai juara yang artinya menjadi juara bertahan tiga episode berturut – turut dan Juara  2 menjadi milik kami. Kami sontak  terdiam kaget saat menjadi juara 2 yang artinya sebuah pencapaian awal yang luar biasa. Beberapa suporter dari warga Christo yang hadir seperti bu Nuke dan bu Kristin, ketua PSE Agnes Pinky, ketua kerasulan Keluarga pak Adolf Parhusip dan pak Ronny  Emilianus dari PSE tetap bersorak sorai dalam kegembiraan. Akhirnya semua berakhir dengan indah dan tidak  sia-sia semua persiapan yang dilakukan tim Christo membuahkan hasil yang luar biasa.

6Satu hal yang membanggakan kami adalah saat sesi penerimaan piala dan foto-foto.  Beberapa umat bertanya tentang Paroki Iglos sebagai paroki baru.  Dengan mantap kami jawab iya benar baru 1 tahun lebih sedikit dan buat kami juara dua adalah Juara dan mereka pun memberikan ucapan selamat. Sungguh kebanggaan yang luar biasa kami lingkungan Christoforus mampu memberikan kontrubusi buat paroki Iglosb menjadi juara ditingkat keuskupan. Kami sadar ini bukan semata-mata usaha tim Christo saja, tapi juga dukungan semangat dan doa dari seluruh umat paroki Iglosb yang membuat tim Christo maju dengan penuh keyakinan.

Mengakhiri tulisannya Yenni Puspita  selaku ketua Lingk  Christo mengucapkan banyak terima kasih kepada semua umat paroki Iglosb. “Kemenangan ini adalah milik kita bersama paroki Iglosb. Semoga di lain kesempatan lingk kami tetap bisa berkontribusi dalam berbagai kegiatan paroki dan bersama-sama memajukan paroki kita,” ungkap Ibu Yeni mengakhiri tulisannya. Sekali lagi sukses dan selamat utk paroki Iglosb.!!! (Yeni Puspita)

5

 

About aridarato 8 Articles
Ari Da Rato, PSE Paroki St.Ignatius Loyola Semplak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*