265 Views

Pertemuan APP & Praktik Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal) Lingkungan St.Yosef – Paroki St. Ignatius Loyola, Semplak

STIGLOSB.    Aksi Puasa Pembangunan Tahun 2017 Keuskupan Bogor mengangkat tema mengenai Lingkungan Hidup. Selama 4 kali pertemuan APP di lingkungan, umat diajak untuk merefleksikan mengenai  Jeritan Saudari Bumi (Pertemuan I), Bumi adalah Anugerah Allah (Pertemuan II),  Manusia adalah Makhluk Ekologis (Pertemuan III), dan Peran Orang Muda Katolik Dalam Keluarga (Pertemuan IV).  Dalam setiap pertemuan umat diajak untuk merefleksikan, berdiskusi, berdoa, dan terutama mengambil aksi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam panduan pendalaman APP, Gereja memberikan contoh program nyata, aksi penanggulangan sampah dengan melakukan 4R :

  1. Reduce (Mengurangi)
  2. Resuse (Menggunakan Kembali)
  3. Recycle (Mendaur Ulang)
  4. Replace (Mengganti)

Untuk menjawab keprihatinan Gereja tersebut maka umat di Lingkungan St.Yosef berupaya untuk melakukan aksi nyata, yaitu dengan :

  1. Mengurangi sampah kemasan, yang biasanya dalam setiap pertemuan disajikan air minum dalam kemasan, mulai diganti dengan menggunakan gelas yang dapat dipakai kembali. Aksi ini dapat mengurangi sampah plastik yang sulit terurai di alam.
  2. Mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Ternyata sudah ada beberapa umat yang mempraktikannya. Oleh karena itu untuk berbagi pengetahuan, dan menggalakan praktik pengolahan sampah, pada pertemuan terakhir APP disertai dengan praktik pembuatan MOL.

MOL2Praktik pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) dipandu oleh salah seorang ibu di Lingkungan St.Yosef. Beliau sudah enam tahun mempraktikan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik. Dengan praktik ini, beliau hampir tidak perlu repot membuang sampah lagi karena hampir seluruhnya  sampah rumah tangga sudah terolah, sedangkan sisa plastik kantong belanjaan dapat diberikan kepada warung sekitar untuk dimanfaatkan kembali, selebihnya sampah plastik yang benar-benar sudah tidak dapat diolah terpaksa dibuang tapi jumlah nya sangat kecil sekali.

 

Lalu apakah itu MOL? MOL adalah Mikro Organisme Lokal, suatu cairan yang mengandung bakteri, yang nantinya akan dipakai sebagai starter untuk pembusukan sampah rumah tangga untuk dijadikan pupuk. MOL mempercepat pembusukan sampah dan mengurangi bau pada saat proses pembusukan.

Bahan yang dibutuhkan sangat sederhana dan cara pembuatannya juga sangat mudah.

MOL3Pembuatan MOL ini dapat dipraktekan oleh siapa saja dan sangat berguna untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah.

Bahan yang dibutuhkan adalah : tape singkong (1 ons), gula pasir (5 sendok makan),  dan air (1,5 liter)

Cara pembuatan :

  1. Hancurkan tape singkong sampai halus (menggunakan sendok)
  2. Tambahkan gula pasir, aduk rata
  3. Tambahan air perlahan-lahan sambil aduk rata
  4. Masukan ke dalam botol plastik. Ingat, cairan yang dimasukan tidak boleh dimasukan sampai penuh di botol, batas maksimal ¾ dari kapasitas botol. Karena nanti cairan akan bereaksi dan membutuhkan ruang.
  5. Tutup botol, Diamkan selama 3 hari
  6. Setelah 3 hari, buka pelan-pelan, biarkan gas nya keluar perlahan-lahan. MOL siap digunakan untuk pembusukan sampah.

Lalu bagaimana menggunakan MOL ini untuk pembusukan sampah?

Mudah saja.

  1. Masukan sampah rumah tangga (sisa sayur, buah, kulit telur, dsb) ke dalam plastik atau masukan ke dalam tanah yang sudah digali
  2. Campurkan MOL tersebut ke dalam sampah, sambil di aduk
  3. Tutup rapat plastik/timbunan tanah/wadah lainnya tersebut
  4. Diamkan sampah tersebut sampai membusuk dan berubah menjadi humus. Lama pembusukan beragam dari 2 minggu-1 bulan.

MOL4Nah, mudah sekali kan… Ayo dipraktikan di rumah ! Mari kita turut serta untuk menjaga lingkungan dimulai dari hal yang sederhana di rumah kita, yaitu mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk. Sampah berkurang, tanaman pun ikut subur berkembang, Bumi Hijau Lestari. Selamat Mencoba  !

In Corde Matris,

Beatrix P

 

About Admin 9 Articles
Admin Web Paroki Stiglo Semplak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*