MENGALAMI SENTUHAN ROH TUHAN: KEP ANGKATAN PERTAMA

Mungkin belum terlalu banyak telinga yang pernah mendengarnya. Atau kalaupun pernah mendengarnya mungkin umat belum memberi perhatian sebagaimana mestinya. Tapi ia ada di sana. Sejak semula. Dalam Matius 28: 18 – 20 Yesus bersabda: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.”  Itulah Amanat Agung Yesus.  Dengan itu Yesus, dan di kemudian hari Gereja,  memanggil semua orang yang telah dibaptis untuk berevangelisasi, mewartakan Kabar Baik, memberitakan Injil.

Amanat Agung itu pulalah yang berulang kali ditekankan kepada para peserta KEP Paroki St Ignatius Loyola Angkatan Pertama. KEP, atau Kursus Evangelisasi Pribadi, merupakan wadah yang dibentuk Gereja untuk menanggapi dan mengolah Amanat Agung Yesus sebagaimana disebut di atas dan untuk menjaring orang-orang yang di kemudian hari diharapkan bersedia bekerja di kebun anggur Tuhan. Di berbagai tempat lain kegiatan itu telah berjalan lama. Tetapi di Paroki St Ignatius Loyola kegiatan itu baru dimulai tahun ini, 2017.

Kamis, 27 Juli 2017 Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) diawali dengan Misa Pembukaan. Setelah itu selama 5 bulan berikutnya hingga bulan Desember 2017 KEP Angkatan Pertama diadakan. Pertemuan dilangsungkan 2 kali seminggu, yakni pada hari Senin dan Kamis dengan pengajaran yang dimulai rata-rata dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00 setiap kalinya. Pengajaran dilangsungkan di Aula Gereja St Ignatius Loyola. Menjelang akhir masa pengajaran para peserta diberi tugas kunjungan rumah. Sedang pada puncaknya, KEP ditandai dengan Retret Pengutusan yang diadakan selama 3 hari, 8 – 10 Desember 2017, di Perguruan Marsudirini, Telaga Kahuripan, Bogor.

Beraneka Latar Belakang

Pada mulanya terjaring 23 peserta. Para peserta KEP St Ignatius Loyola Angkatan Pertama ini berasal dari berbagai latar belakang usia, profesi dan motivasi. Dari segi usia, peserta KEP merentang dari Melan yang berusia 26 tahun, Mickey yang berusia 47 tahun hingga Pak Fajar yang berusia 76 tahun. Dari segi profesi, ada yang petani, buruh pabrik, dokter hewan, mantan perwira TNI-AU, orang kantoran, mantan pegawai pertambangan dan penerjemah lepas. Ada juga yang guru sekolah menengah atas dan ibu rumah tangga. Dari segi motivasi awal keterlibatan di dalam KEP ada yang mulanya karena terpaksa, hanya untuk memenuhi permintaan dari Ketua Lingkungannya, ada yang karena didorong rasa ingin tahu tentang apa itu KEP, ada yang ikut KEP untuk memenuhi janjinya di masa lalu, tetapi ada juga yang karena memang ingin memperdalam pemahamannya tentang iman Katolik dan kehidupan menggereja yang sejati.  Satu hal yang layak dicatat, keanekaragaman itu nyatanya tidak mengganggu jalannya pengajaran KEP. Sebaliknya, hal tersebut justru membuat pengalaman KEP menjadi kaya dan semarak.

Dari segi materi, ada sekitar 35 bahan ajar yang ditanamkan kepada para peserta. Materi berkisar dari mulai pemurnian motivasi mengikuti KEP dan refleksi mengenai iman pribadi hingga pendasaran tugas evangelisasi, penyadaran mengenai orientasi evangelisasi, pendalaman pemahaman mengenai Gereja dan Kitab Suci serta pengenalan dan pengajaran mengenai langkah-langkah dalam melakukan evangelisasi. Dengan segala materi yang diberikan tersebut diharapkan peserta terbuka wawasannya dan tergerak hati serta motivasinya untuk melakukan evangelisasi baik itu kepada diri pribadi, keluarga, umat Gereja yang membutuhkan maupun ke seluruh penjuru dunia.

Roh Allah yang Bekerja

Peserta KEP Paroki St Ignatius Loyola Angkatan Pertama memiliki beraneka latar belakang.  Usia, profesi dan motivasi awal keterlibatan begitu beragam. Hal itu bisa saja menyulitkan komunikasi dan potensial mengotak-kotakkan peserta.  Keanekaragaman motivasi awal keterlibatan juga tidak menjamin bahwa proses pengajaran KEP yang terbilang cukup panjang yang menuntut waktu, perhatian dan komitmen dapat diselesaikan dalam kebersamaan yang hangat. Tapi, nyatanya, pengalaman KEP kemarin membuktikan yang sebaliknya.

Roh Allah rupanya bekerja pada diri peserta KEP. Kiranya karena karunia Roh Kudus, rentang waktu pelaksanaan pengajaran KEP yang cukup panjang dapat diselesaikan oleh sebagian besar peserta dengan cukup baik. Karena karunia Roh Kudus pula, dari keseluruhan peserta yang berjumlah sekitar 23 orang di awal proses, masih tersisa 17 orang di penghujung proses. Mereka adalah Pak Fajar, Pak Yopi, Pak Felix, Pak Rully, Pak Rubiman, Pak Kriswantoro, Pak Suhud, Pak Petrus, Bung Bram, Bung Mickey, Bu Rara, Bu Lina, Bu Maria Anastasia, Bu Ani Setiawati, Bu Yanti, Bu Magdalena, Mbak Melan. Hubungan pribadi antar peserta juga mengalami pendalaman. Kalau di awal proses relasi dan komunikasi masih terasa agak kaku dan formal, dengan seiring berjalannya waktu hubungan pribadi antar peserta terasa makin mencair. Di puncak proses, yakni pada saat Retret Pengutusan kian terbukti bahwa hubungan antar pribadi peserta telah berkembang ke arah persaudaraan yang hangat dan saling merangkul.

Proses Pengajaran KEP Paroki St Ignatius Loyola Angkatan Pertama telah berakhir 10 Desember 2017 yang lalu. Tetapi itu bukanlah akhir. Itu justru awal dari perutusan. Kini, Paroki St Ignatius Loyola memiliki 17 terutus baru. Mereka kini tengah berada di puncak semangat untuk merasul. Mereka tengah mengumandangkan Mars KEP: “….Inilah aku utuslah oh Tuhan menjadi pekerjamu. Perlengkapi dengan Roh-Mu ku tak berjalan sendiri….”

Semplak, Medio Desember 2017

Michael Dhadack Pambrastho)

 

 

 

 

 

About Admin 13 Articles
Admin Web Paroki Stiglo Semplak Bogor

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*