Hari Raya Pentakosta

Ilustrasi: yubelium.com maria_pentecostes5

Hari Raya Pentakosta

Bogor, IGLOSB.

Pentakosta, adalah hari raya untuk memperingati turunnya Roh Kudus kepada para Rasul , yang terjadi 50 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus . Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan yang dijanjikan Yesus sesudah kenaikannya ke surga.

Bacaan:  Kis. 2: 1-4

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa “di bawah kolong langit.” Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Bacaan Injil Yohanes 14:15-16 Roh Kudus akan mengajarkan segala seuatu kepadamu.

PENTAKOSTA: MENGAPA ROH KUDUS DICURAHKAN?

Diambil dari http://pandu.katolik.or.id/2012/07/05/makna-pentakosta/

Bagi kepentingan Gereja:

  • Turunnya Roh Kudus atas gereja.

Menjadi komunitas orang percaya yang dipersatukan dan diperbaharui oleh  Roh Kudus.

Roh Kudus akan mengawal perjalanan gereja muda ini untuk memperluas misi Kerajaan Allah dan untuk mempersatukan umat dari berbagai bangsa dari seluruh dunia (bdk. Amanat Agung Yesus).
Ingat bahwa pada saat Pentakosta, di Yerusalem berdiam berbagai suku bangsa, dari Yahudi, Partia, Media, Elam, Mesopotamia, Asia, dst.

  • Supaya kita jangan menjadi yatim piatu, karena ditinggalkan Yesus naik ke Surga, tetapi Dia akan datang kembali. (Yoh. 14: 18)

Banyak murid-murid berada dalam keadaan sedih dan ketakutan  karena saat Yesus wafat, mereka tidak punya pengharapan lagi. Dalam pikiran mereka, Tuhan yang mereka andalkan malah mati.  Tetapi sesuai dengan janji Yesus sendiri bahwa Dia akan pergi kepada Bapa dan memberi kepada kita seorang Penolong yang lain yaitu Roh Kudus.

  • Supaya bisa hidup berkemenangan. (Kis. 1: 8; Mrk. 16: 17-18, Ef. 6: 12, 17-18).

Banyak juga umat pengikut Kristus hidup dalam keterpurukan dikarenakan menghadapi kebuntuan dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan. Dengan dicurahkannya Roh Kudus, maka Yesus ingin agar kita memiliki iman yang mengalirkan kuasa untuk menang.

Supaya berani mewartakan Injil dan bersaksi tentang Kristus. (Kis. 4: 31, Kis. 8: 25)

Sebelum Yesus terangkat ke Surga, murid-murid (misalnya Petrus) sering bersembunyi, menghindar atau bahkan melarikan diri. Tetapi ketika Petrus mengalami pencurahan Roh Kudus, maka terjadi perubahan yang luar biasa. Petrus menjadi berani memberitakan Injil bahkan menempuh segala resikonya (diancam, dianiaya, dan dipenjara).

  • Menjadikan umat yang diperbaharui. (Tit. 3: 5; Yoh. 4: 24)

Banyak orang beranggapan bahwa manusia tidak bisa diubah. Segala sesuatu sudah dibentuk ‘dari sononya.’ Ini perbedaan yang mendasar dengan umat beriman, bahwa di dalam Tuhan tidak ada yang tidak mungkin. Kuncinya adalah percaya bahwa  saat Roh Kudus bekerja dalam diri seseorang, maka bisa terjadi perubahan-perubahan yang signifikan dalam hidupnya. Misalnya,

Dulu pemarah à sekarang jadi peramah

Dulu penjahat à sekarang jadi penjahit

Dulu senang segala yang berbau alkohol à sekarang jadi senang Alkitab

Banyak sekali kisah-kisah kesaksian orang yang diubahkan hidupnya setelah mengalami Roh Kudus. Ada yang tadinya keras hati tidak percaya Tuhan, hidup dalam kebencian, tidak mau mengampuni, terikat oleh dosa, berpaling, kepada ilah-ilah lain, sekarang mereka diubah bahkan dipakai Tuhan untuk memberitakan Injil.

  • Membantu kita saat berdoa.  (Rm. 8: 26)

Banyak orang yang salah tafsir, bahwa berdoa itu harus dengan untaian kata-kata yang indah dan panjang serta sangat lengkap. Tuhan tahu keterbatasan kita, bahwa tidak semua orang pandai berdoa. Tetapi dengan hadirnya Roh Kudus, Ia membantu kita dalam kelemahan kita,  dan menolong kita untuk menyampaikan keluh kesah kita kepada Allah.

Supaya hidup dapat saling mengampuni, tidak menyimpan kepahitan. (Kis. 7: 54-60).  Hidup di dalam komunitas kristiani dan saling melayani, tidak menjamin tidak timbul masalah dan konflik.

koor Abas, Sabtu novena ke 9, Hari Raya Pentakosta
koor Abas, Sabtu novena ke 9, Hari Raya Pentakosta 14/5/16
  • Supaya menghasilkan buah Roh. (Gal. 5: 22-23)

Ukuran kedewasaan iman seseorang bukan diukur dari berapa usianya dan berapa lama ia mengenal atau bekerja melayani Tuhan. Tetapi adalah, apa yang dihasilkan orang tersebut saat sudah memiliki komitmen ikut dan melayani Tuhan sekian lama. Apakah kasih, sukacita, damai sejahtera dll, ada dan kentara dalam relasinya dengan sesama? Itulah buah yang harus dihasilkan ketika seseorang berjalan sebagai murid Tuhan Yesus.

Semoga dengan memahami makna Pentakosta, kita semakin memahami maknanya, dan semakin dipersiapkan saat merayakannya kelak,  untuk menerima anugerah yang sama seperti yang diterima murid-murid Tuhan saat mereka berkumpul di sebuah ruangan di Yerusalem, yaitu dicurahkannya Roh Kudus dan karunia-karuniaNya atas kita semua.

Amin.

Disarikan msi.05.2016 dari berbagai sumber.

 

672 total views, 3 views today

About Admin 75 Articles
Admin Web Paroki Stiglo Semplak Bogor