OMK: JALAN KEHIDUPAN

Pada tanggal 8 Juli sampai 9 Juli 2016, dalam rangka mengisi liburan kenaikan kelas, OMK di Paroki St.Ignatius Loyola, Semplak, mengadakan acara nonton bareng (nobar).   image003Acara digagas dari ajakan Pak Dinar Subagyo pada tanggal 2 Juli untuk mengadakan semacam acara renungan. S ebagai penyelenggara ya anak-anak OMK juga. Acara ini memang dadakan dan tidak sempat diumumkan di gereja dan hanya sempat diumumkan melalui grup OMK di media LINE saja.  Oleh karena itu yang dapat mengikuti kegiatan ini pun hanya 13 orang yang sudah bergabung dalam grup tersebut, termasuk Ketua Pengurus dan lima anggota pengurus.

image007Karena acara ini dimulai pada senja dan berlanjut hingga malam hari, kami memutuskan untuk sekalian menginap bersama di gereja.  Kebetulan sejak Paskah lalu, kami memang ingin ada acara menginap lagi seperti ketika mendekor gereja untuk perayaan Natal 2015 yang lalu. Untuk itu kami mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan. Untuk keperluan tidur kami mencari pinjaman field bed ke RS dr. Hassan Toto (yang dulu kita kenal sebagai Rumah Sakit Atang Sendjaja.). Pada tanggal 5 Juli kami menghadap Kepala Rumah Sakit yang kemudian mengarahkan kami ke Sekretariat Rumah Sakit. Dan kami berhasil mendapatkan pinjaman 20 field bed.  Selain itu kami mepersiapkan keperluan lain seperti konsumsi, dan lain sebagainya, termasuk meminta ijin kepada Pastor Ridwan.

Pada hari H minus beberapa jam sebelum acara dimulai, beberapa OMK berangkat ke RS untuk mengambil field bed yang kami pinjam. Kami membawa keduapuluh field bed tersebut ke gereja menggunakan mobil pinjaman dari seorang teman kami. Sesampainya di sana, kami menurunkan field bed tersebut, kemudian menyiapkan tempat kita akan menginap.

Setelah semua persiapan selesai, kami berenam menunggu acara dimulai. Mendekati pukul enam sore satu persatu teman kami datang. Entah datang diantar orangtua atau datang bersama teman lain.  Sambil menunggu kami menonton film hiburan sebentar.  Setelah seluruhnya datang, maka acara pun dimulai.

Acara dibuka dengan menonton sebuah film berjudul The Young Messiah. Film semi fiksi ini berkisah tentang masa kecil Yesus. Tiap beberapa adegan sekali, Pak Dinar menanyakan apa maksud dari adegan itu, siapa orang yang dimaksud dalam adegan itu, dsb. Sementara itu, pada saat yang lain sedang menonton, beberapa anggota pengurus pergi ke dapur untuk memasak makan malam kami.

image001Setelah film usai, kami pergi ke aula belakang untuk makan malam. Menu makan malam kami cukup istimewa, yaitu mie goreng hasil karya anak-anak yang tidak bisa memasak. image002Beberapa orang mengeluh, sedangkan yang lain bergurau bahwa mereka akan sakit perut. Tapi pada ujungnya, semuanya makan masakan hasil karya mereka dan selamat tanpa sakit apa pun. Sayangnya, setelah acara makan malam, salah seorang teman kami pulang duluan karena ada acara keluarga sehingga yang tinggal ada 12 orang.

image004Pada sessi berikutnya, kami diajak untuk memperdalam pengetahuan kami tentang agama Katolik. Kami mendengarkan dengan seksama seluruh penjelasan yang diberikan Pak Dinar. Selama sessi ini Pak Dinar juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada kami.

Setelah sessi pendalaman iman, kami bersiap untuk tidur. Kami mulai membuka field bed yang kami pinjam. Kami saling membantu dalam membukanya. Setelah masing-masing mendapat field bed, sebagian langsung memposisikan diri untuk tidur,  sebagian lagi masih bermain kartu, dan sebagian lagi mengobrol atau membaca buku. Kira-kira pada pukul 1 kurang sedikit, kami semua sudah bersiap tidur.

Pukul 5 esok paginya, kami terbangunkan oleh alarm yang dipasang salah seorang dari kami. Mulai dari situ kami memulai hari kedua “retret mini” kami.

image005Hari kedua dimulai dengan renungan rohani yang bertajuk “Jalan Kehidupan” yang dilaksanakan seperti Jalan Salib tapi hanya tiga perhentian. Setiap anak diminta membawa kursi sebanyak seberat dosa yang dimilikinya. Kursi tidak boleh ditaruh atau diseret, tapi harus diangkat. Setiap perhentian dipenuhi dengan berbagai macam renungan. Pada perhentian ketiga, kaki kami dicuci oleh dua orang yang hadir sebagai wakil orangtua anak-anak.

image006Setelah semua acara kami jalani, kami sarapan. Romo Ridwan, saat itu Pastor Paroki St. Ignatius Loyola, ikut makan bersama kami. Kami saling bertukar cerita satu sama yang lain.

image008Selesai sarapan kami pun bersiap-siap untuk pulang. Kami merapikan field bed dan sisa-sisa dari kegiatan semalam. Kami menumpuk field bed yang kami pinjam di satu titik untuk dikembalikan nanti. Setelah berpamitan dengan Romo Ridwan dan Pak Dinar, semua OMK pulang ke rumah masing-masing kecuali para anggota pengurus yang masih berada di gereja untuk bersiap mengembalikan field bed yang kami pinjam. Kami kembali menggunakan mobil pinjaman untuk mengembalikan field bed ke RS. Di sana kami melakukan serah terima field bed dengan pihak RS dr.Hassan Toto. Usai mengembalikan, kami yang mengembalikan field bed pulang.

image009 image018image019image017

Memang acara ini dadakan dan image020kami merasa acara ini tidak sempurna. Tapi kami bangga karena kamilah yang menyusun acara walaupun masih dibantu sedikit di sana sini oleh pembina kami.  Acara ini kami yang menyusun dan melaksanakan, bukan disusunkan dan kami hanya sebagai peserta saja. Harap diingat, sebagian besar dari kami masih SMP dan beberapa yang sudah SMA.

Bravo OMK!

Josephine PS

Agustus 2016

 

519 total views, 6 views today

About Admin 75 Articles
Admin Web Paroki Stiglo Semplak Bogor