Mitos, Dosa dan Penderitaan*

sourceimg: Jacob_de_Backer_-_The_Last_Judgement_-_WGA01126

Mitologi adalah ilmu tentang pengalaman batin orang dan ibadatnya yang terumus dalam dongeng. Pengalaman itu berupa pengalaman gaib yang tak terselami sehingga mendorong orang berfantasi dan mengungkapkannya dalam dongeng. Mitos memang dongeng. Namun kalau yang didongengkan bukan sekadar omong kosong melainkan cita-cita atau bahkan cerminan hidup, maka dongeng itu pun bukan omong kosong tetapi suatu isyarat atau bayangan misteri kehidupan. Misteri itu tak pernah akan habis diselami oleh perjuangan manusia, bahkan semakin diselami semakin tambah dalam misterinya.

Kej 1-11 merupakan cerminan misteri kehidupan yang dirumuskan dalam mitos. Kisah-kisah dalam Kej 1-11 itu dipandang sebagai mitos dan bukan historis karena jauhnya zaman yang diuraikan dan terlebih karena kesejajaran dengan pustaka mitologis dunia Timur Dekat Kuno. Kesejajaran itu tampak dalam kisah-kisah tentang penciptaan dunia, asal-muasal kehidupan dan budaya manusia, air bah dan silsilah raja-raja sebelum maupun sesudahnya. Kisah-kisah dari bangsa Kanaan, Babel, dan Mesir itu diadopsi secara kritis untuk mengungkapkan pandangan bangsa Israel tentang dunia, manusia dan hubungannya dengan Allah. Maka dengan Kej 1-11 yang menekankan kemerdekaan Allah dan penolakan manusia atas tanggung jawabnya terhadap alam, bangsa Israel menafsirkan alam semesta dan manusia dalam terang iman yang diajarkan para leluhur mereka. Kej 1-11 adalah ungkapan iman bangsa Israel akan penyelenggaraan Allah atas alam semesta dalam bahasa mitos.

Tragedi kemanusiaan di panggung dunia merupakan akibat langsung dari kejatuhan manusia ke dalam dosa. Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya, tetapi manusia memilih berada di luar tatanan Allah dan mau mengatur gerak hidupnya sendiri. Alhasil, tali relasi persekutuan dengan Allah terkoyak putus dan manusia mengalami disharmoni dengan Allah, alam sekitarnya, sesamanya, dan bahkan dirinya sendiri. Allah pun tidak tinggal diam. Penderitaan dan maut menjadi upah dosa dan tragedi kemanusiaan tak terbendung merambah dunia….. (*/Surip Stanislaus, OFMCap)

 

*Aslinya paparan ini merupakan bagian “Pengantar” dari buku “Tragedi Kemanusiaan: Kejatuhan, Peradaban Jahat, dan Penderitaan Manusia” yang ditulis oleh Surip Stanislaus, OFMCap (Yogyakarta: OBOR, 2008)

**Surip Stanislaus, OFMCap ditahbiskan menjadi Imam dalam Ordo Fransiskan Kapusin pada tahun 1994. Bertugas sebagai dosen Kitab Suci di STFT St. Yohanes Pematangsiantar dan STT Pastor Bonus Pontianak.

 

1,463 total views, 3 views today

About Michael Dhadack Pambrastho 29 Articles
Ketua Komsos Paroki St Ignatius Loyola Semplak Bogor Periode 2019-2022