Pesona Kata 20190423

“Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang,
aku menjadikan diriku hamba dari semua orang,
supaya aku diperkenankan
membuat sebanyak mungkin orang jaya”

(1 Kor 9:19)

 

 
KEBIJAKSANAAN DALAM KERJA “PELAYANAN”

 
IN DUBIIS LIBERTAS
IN NECESSITATIBUS UNITAS
IN OMNIBUS CARITAS

Di dalam hal-hal yang belum pasti : kebebasan
Di dalam hal-hal yang harus          : kesatuan
Di dalam segala perkara                   : kecintaan

(“Menghidupkan Komunitas Basis Kristiani:
Berdasarkan Pancapramana”, Y.B. Mangunwijaya, Pr,
Yogyakarta: Kanisius, 2000)

 
 
 
KERINDUAN
 
 
gemericik air
jatuh di beranda
menjelma suara
sayup jauh

berjarak seluruh
tak tergenggam

ingin sekali kudapat
meruntuhkan
benteng-benteng yang sombong, bisu dan tuli

ingin sekali kugapai
pembebasan
menembus batasmu-batasku

berjarak seluruh
tak tergenggam

(dack)
 
 
 
 
KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN
 
oleh: K.H. Mustofa Bisri

 

Dulu agama menghancurkan berhala
Kini agama jadi berhala.
Tak kenal Tuhannya yang penting agamanya

Dulu orang berhenti membunuh karena agama
Sekarang orang saling membunuh karena agama

Dulu orang saling mengasihi karena beragama
Kini orang saling membenci karena beragama

Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu
Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu
Lalu yang berubah apanya?
Manusianya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal
untuk mempelajari ilmu lainnya
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya
maunya belajar agama saja

Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya
yang paling cerdas di antara orang-orang lainnya
Sekarang orang yang paling dungu
yang tidak bisa bersaing dengan orang-orang lainnya
dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama

Dulu para siswa diajarkan
untuk harus belajar giat dan berdoa
untuk bisa menempuh ujian
Sekarang siswa malas belajar
tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang
karena diajarkan pemimpin agamanya
untuk berdoa supaya lulus

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan
Sekarang manusia jauh dari Tuhan
karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama

Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan

Esensi beragama telah dilupakan
Agama kini hanya komoditi
yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama
karena semua yang berbasis agama
telah didewa-dewakan
takkan pernah dianggap salah
tak pernah ditolak
dan jadi keperluan pokok
melebihi sandang, pangan, papan

Agama jadi tren
dan bahkan pelarian
karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa

Agama kini dipertuhankan
sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan
Agama dulu memuja Tuhan
Agama kini menghujat Tuhan

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan,
dijaminkan, dijadikan murahan
oleh orang-orang yang merusak,
membunuh,
sambil meneriakkan nama Tuhan

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci,
mengintimidasi, merusak
sambil dengan bangga
meneriakkan nama Tuhan
berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan
ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya

Agama dijadikan senjata
tuk menghabisi manusia lainnya
dan tanpa disadari
manusia sedang merusak reputasi Tuhan
dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam
di balik ayat-ayat dan aturan agama

***

 

2,577 total views, 3 views today

About Michael Dhadack Pambrastho 29 Articles
Ketua Komsos Paroki St Ignatius Loyola Semplak Bogor Periode 2019-2022