Mei Spesial – Teladan Bunda Maria

Mei Spesial – Teladan Bunda Maria

-Ditulis oleh V. Errick Martana-

Bulan Mei adalah bulan yang dinantikan. Menanti untuk bisa ziarah ke gua maria sekaligus nebeng rekreasi. Dulu sewaktu dijogja biasanya aku ziarah ke gua maria sendang sono. Beberapa kali bersama-sama naik bus. Beberapa kali juga konvoi naik motor bersama dengan teman-teman sebaya. Sejenak berdoa dalam keheningan. Dilanjutkan membasuh muka di sumber air gua Maria.

Bulan Mei adalah bulan Maria. Kenapa bulan Mei ?
Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon, dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa dari Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria. Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen.

Bunda Maria adalah Ibu Yesus. Kesederhanaan, kepatuhan, serta kerendahan hatinya menjadi teladan bagi kita. Bunda Maria adalah manusia biasa, pembedanya  adalah dia pilihan Allah Bapa untuk mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan, dan mendampingi Yesus putra Allah hingga di penyaliban. Semuanya dilakukan oleh Bunda Maria dengan landasan ketaatan kepada Allah Bapa.

Begitu rendah hatinya Bunda Maria. Tidak sekalipun dia menjadi sombong karena anak nya adalah Yesus Kristus Tuhan kita. Membayangkan Maria mengantar Yesus kesekolah, kemudian ngerumpi dengan ibu- ibu yang lain. Dengan sombong menceritakan kemampuan Yesus Kristus. Bayangkan Yesus itu anak Allah, semua prestasi dan kecerdasan ada dalam diriNya. “Eh, anakku Yesus itu tidak cuma juara umum disekolah tapi juga sangat santun dan hormat dengan sesama. Udah begitu tidak pernah absen berdoa dan selalu pergi ke gereja serta aktif di kegiatan gereja”. Begitulah kira-kira rumpian berlebihan mama Maria jaman now……..

Tetapi Bunda Maria ibu Yesus tampil sebagai sosok ibu yang irit bicara. Kesederhanaannya begitu mempesona, berkata kepada sang malaikat “terjadilah yang mau terjadi menurut kehendakNYA”. Ketaatan yang luar biasa. Tidak ada  sikap penolakan sedikitpun, pasrah yang begitu total kepada Allah Bapa.
Jangankan menolak, bertanya apapun tidak.

Bunda Maria  adalah bunda semua bangsa teladan bagi kita. Teruslah mendaraskan doa melalui perantaraan sang Bunda Maria.
Sungguh, terpujilah Engkau diantara wanita. Bunda Maria, Bunda Allah doakanlah kami orang berdosa ini.

“Ad Jesum per Mariam“

Salam Plus Plus

1,659 total views, 9 views today

About Admin 75 Articles
Admin Web Paroki Stiglo Semplak Bogor