PSE ST IGLO HADIRKAN PERSAUDARAAN LEWAT BUKBER

Buka Bersama PSE Ignatius Loyola

Rangkaian peristiwa bermakna dijalin oleh PSE St Iglo. Pada hari Jumat, 24 Mei 2019, mereka menyelenggarakan kegiatan “berbagi takjil” dengan saudara-saudara Muslim di sekitar Gereja St Iglo Semplak. Selanjutnya, pada hari Sabtu, 25 Mei 2019, PSE St Iglo menggelar acara “Bukber” (“Buka Puasa Bersama”) yang mempertautkan pengurus Gereja St Iglo dengan warga intern Gereja St Iglo yang beragama Islam serta warga-warga lain non-Katolik yang berkarya di sekitar Gereja St Iglo. Demikianlah, sore itu kita dapat menyaksikan Romo Anton, Pak Errick, Pak Rony, Bu Ari da Rato, Bu Christina Rini –untuk menyebut sebagian jajaran pengurus Gereja St Iglo yang hadir saat itu— melewatkan sore hari, yang mulai turun memeluk bumi, bersama Agus, Dharma, Pak Kardi, Pak Adul, sebagai bagian dari pegawai intern Gereja St Iglo yang beragama Islam, dan warga-warga non-Katolik lainnya:  Ustadz Sutadi dari Bintal Lanud ATS yang mewakili umat Muslim di lingkungan AURI, Pak Dharma atau Pak Mangku yang mewakili pengurus Pura milik umat Hindu, Pak Ade mewakili bagian Keamanan dan warga Gereja Oikumene, serta perwakilan-perwakilan dari lembaga lainnya seperti dari Masjid At-Taqwa, SMK Penerbangan dan BASOLIA. Dari BASOLIA Kabupaten Bogor tampak diwakili oleh Bapak Dominick. Sebagian peserta Bukber tersebut membawa serta anggota keluarga –istri dan anak-anak- mereka.

TIM PSE dan Panitia Bukber

Acara Bukber itu sendiri diadakan, demikian cetus Bu Christina Rini saat memberikan sambutannya, “Bukan untuk mencari perhatian tapi sungguh untuk berbagi. Bukan ikut-ikutan menyelenggarakan Bukber….,” tapi “untuk menjaga persaudaraan.” PSE St Iglo merasa perlu merangkul umat lain, demikian ditegaskan pula oleh Bu Rini, “karena semua merupakan bagian dari kehidupan kami sehari-hari.” Kemarin telah diadakan kegiatan berbagi takjil, maka pada hari itu (Sabtu, 25 Mei 2019), bu Rini mengharapkan semua yang hadir dalam kesempatan itu untuk dapat saling bertatap muka, ngobrol dan saling bersosialisasi dengan hati terbuka.

Menurut keterangan Pak Rony Emilianus, Acara Bukber semacam itu bukan yang pertama kali ini diadakan. “Sejak Romo Anton bertugas di sini, sudah tiga kali acara bukber di Gereja dilakukan.” Nyatanya, tahun 2017, 2018 dan tahun ini, 2019, acara bukber memang diselenggarakan oleh Gereja St Iglo Semplak. Dan kali ini ada peningkatan dalam hal paket bingkisan yang melengkapi acara buka bersama itu. Tahun 2017 dan 2018 Gereja telah memberikan 29 paket kepada para peserta bukber. Kali ini, tahun 2019, ada peningkatan dalam hal jumlah paket yang diberikan. Kali ini Gereja St Iglo menyampaikan 41 paket bantuan kepada para peserta yang hadir dalam acara bukber itu.

Acara “bukber” itu sendiri berlangsung menarik. Setelah pembukaan dan sambutan dari Panitia, acara diisi dengan sesi “bertukar kata” menyampaikan pesan dan kesan mengenai acara bukber itu sendiri. Mengawali sesi tersebut, Romo Anton selaku Pastor Paroki St Iglo mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh panitia yang telah mengupayakan terselenggaranya acara bukber tersebut. Ia pun mengungkapkan harapannya. “Semoga acara semacam ini dapat menambah erat tali persaudaraan dan menjalin silaturahmi,” demikian diucapkannya.

Pak Dharma, atau Pak Mangku, mewakili pengurus Pura milik umat Hindu. Dalam uraiannya, beliau mengajak kita semua bersedia untuk saling memahami dan menghormati satu sama lain. Hal itu bisa ditunjukkan lewat hal-hal sederhana, seperti dalam mengucapkan salam. Ia memang mengawali penampilannya dengan mengucapkan salam dalam berbagai warna tradisi keagamaan: Islam, Nasrani dan menurut ajaran Hindu itu sendiri. Menurutnya NKRI adalah harga mati dan mengingatkan kita semua untuk berjuang keras mengupayakan perdamaian terutama pada saat-saat seperti sekarang ini yang tampaknya diwarnai oleh berbagai situasi yang semakin sulit.

Sementara itu, dalam tausiahnya –yang merupakan salah satu acara pokok sore itu— Ustadz Sutadi dari Bintal Lanud ATS sendiri mengungkapkan rasa syukurnya bahwa warga dari berbagai kelompok sosial bisa berkumpul bersama. Ia menyatakan juga permohonannya bahwa semua itu akan dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah. Sosok berpangkat Serka di Bintal Lanud ATS itu berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta. Ia masuk ke AURI tahun 1996. Sejatinya, ia berasal dari korps teknik. Ia terpanggil masuk ke bagian Bintal karena di Bintal kurang personil.

Salam Persatuan!

Tanpa bermaksud menggurui ia memaparkan, bahwa di dalam Al Quran, Tuhan berfirman: “Barangsiapa bersyukur atas nikmat Tuhan maka Tuhan akan menambah nikmat itu. Tetapi kepada mereka yang kufur terhadap nikmat Tuhan itu, Tuhan akan menurunkan azabnya yang pedih.” Ada bermacam cara untuk bersyukur: dengan hati, dengan lisan dan, yang ketiga, dengan amal perbuatan.

Ustadz Sutadi mengajak kita semua untuk meningkatkan ibadah. Ia pun berharap bahwa kegiatan seperti “Bukber” (“Buka Puasa Bersama”) seperti yang diadakan pengurus Gereja St Iglo sore itu dapat terus berlanjut.

Tetapi, dalam kesempatan sore hari itu, bukan hanya mereka yang punya “jabatan tinggi” yang beroleh peluang untuk mengungkapkan isi hati. Mereka yang selama ini mungkin hanya dipandang sebagai “nomor dua” atau “nomor tiga” pun memiliki “tempat” untuk “bicara”.

Pak Kardi, selaku Satpam Gereja, mengungkapkan bahwa dengan acara semacam ini kita dapat berkumpul dan bersyukur. Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan harapannya bahwa selaku satpam jika ada salah kata atau perbuatan ia mohon agar tidak ragu untuk ditegur. Selain Pak Kardi, Pak Adul pun tak luput untuk unjuk bicara. Pak Adul adalah pegawai Gereja yang biasa sibuk untuk urusan perparkiran. Menurutnya, kali itu adalah kali kedua ia bicara dalam acara semacam ini. Ia tidak panjang lebar, ia terutama menyoroti masalah kebiasaan parkir warga Gereja. “Kalau parkir, parkirlah yang benar,” cetusnya.

Acara pertukaran pesan dan kesan memang ditandai dengan bermacam warna sudut pandang. Pak Errick, sebagai wakil DPP  Paroki St Iglo, mengutarakan rasa terima kasihnya kepada kawan-kawan di sekitar Gereja yang telah berkenan hadir memeriahkan acara bukber sore itu. Ia menegaskan bahwa acara tersebut bukanlah sekedar karena latah melainkan merupakan upaya untuk menghadirkan perdamaian. Ia memunculkan lagi kesadaran bahwa kita semua bersaudara. Kita bisa saling sapa untuk menjaga keutuhan.

Pak Dominick sendiri tampil menutup sesi bertukar kata kali itu. Pak Dom, demikian ia akrab disapa, hadir sebagai Sekjen BASOLIA Kabupaten Bogor. Ia, pada intinya, berterima kasih kepada pengurus St Iglo yang sudah bergerak maju membangun persaudaraan dan toleransi. Dalam pandangannya, kalau kita sudah memupuk persaudaraan berarti kita telah menunjukkan dan turut membangun rasa cinta kepada bangsa. Ia mengapresiasi Romo Anton yang sudah membuka pintu dialog. Harapannya, semoga ke depan pintu dialog tersebut dapat terbuka semakin lebar.

Seusai sesi mengucap pesan dan kesan, acara dilanjutkan dengan momen berfoto bersama. Lalu sebagai acara penutup, pengurus PSE St Iglo pun berbagi paket bantuan kepada para peserta bukber yang paling membutuhkan. Sekitar 41 paket bingkisan didistribusikan.

Sekitar pukul 18.35 seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan. Wajah-wajah bersahabat tergambar dalam pribadi-pribadi yang hadir dalam acara pada sore hingga senja hari itu. Sebuah ikrar untuk menanam perdamaian telah lebih dalam lagi ditancapkan. Semoga persaudaraan di antara warga berbagai kelompok agama semakin nyata terwujud. Mari kita sama-sama mendoa untuk itu. (*/dack)

2,177 total views, 8 views today

About Michael Dhadack Pambrastho 29 Articles
Ketua Komsos Paroki St Ignatius Loyola Semplak Bogor Periode 2019-2022