SUKACITA “PESTA UMAT” DI BULAN JUNI 2019

Misa Syukur 25 Tahun Presbyterat RDA
Misa Syukur 25 Tahun Presbyterat RDA

Sukacita dan semarak suasana menandai Gereja Santo Ignatius Loyola Semplak pada hari Minggu, 16 Juni 2019. Memperingati 25 tahun Tahbisan Presbyterat Pastor Paroki Santo Ignatius Loyola Semplak, RD Antonius Dwi Haryanto, warga Gereja St Iglo menyelenggarakan “Pesta Umat”. Sebagaimana diketahui bersama, Romo Anton ditahbiskan bersama dengan Romo Bartolomeus Gatot Wotosaputro pada tanggal 11 Juni 1994 di Gereja Beata Mariae Virginis (BMV) Katedral Bogor oleh Mgr Leo Sukoto. Pihak Keuskupan Bogor telah merayakannya dengan Perayaan Ekaristi yang khusus dan meriah pada hari Selasa, 11 Juni 2019 yang lalu, di Gereja BMV Katedral Bogor dan disambung dengan jamuan ramah tamah di Aula Paroki Katedral Bogor. Minggu, 16 Juni 2019, giliran umat di Paroki Santo Ignatius Loyola Semplak yang memperingati dan merayakannya secara khusus pula.

“Pesta Umat” berlangsung meriah. Diawali dengan Perayaan Ekaristi pada pagi hari pukul 06.30 WIB dan pukul 08.30 WIB, Pesta dilanjutkan dengan serangkaian kegembiraan yang dimeriahkan oleh para pendukung acara yang berasal dari berbagai Lingkungan dan Wilayah yang ada di Paroki St Ignatius Loyola Semplak.

Cetusan rasa syukur dan kebahagiaan diekspresikan lewat berbagai cara. Misa pagi berlangsung seperti biasa. Tapi Misa kedua berlangsung istimewa. Misa dipimpin oleh Romo Anton dengan konselebran 6 Pastor lainnya: Rpmo Swasono, Romo Garbito, Romo Jeremy, Romo Jimmy, Romo Ridwan dan Romo Ronny.

Seusai Misa, umat segera dapat menyaksikan persembahan tari “Tortor Somba-Somba”, sebuah tarian penyambutan Romo dan tamu-tamu VIP. Dalam tarian tersebut, salah seorang wakil dari para penari berkesempatan menyematkan sehelai “Ulos Kehormatan” kepada Romo Anton. Bapak Adolf Parhusip, yang ketika “Pesta Umat” tersebut berlangsung berlaku sebagai salah satu MC, menjelaskan: “Ulos yang kita kasih adalah Ulos Holong. Maknanya adalah sebagai simbol dan jembatan kasih sayang yang hangat, lambang penghormatan umat Paroki Semplak, yang diwakili oleh IKKSU (Ikatan Keluarga Katolik Sumatra Utara) Semplak Bogor.” Selepas Tari Tortor, acara diisi dengan sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan acara hiburan. Perwakilan dari Panti “ABAS”, BIA, Lingkungan MALU (Matius dan Lusia), WKRI tampil menyemarakkan suasana. Kemeriahan diselingi dengan pengumuman pemenang doorprize. Pukul 11.30 WIB, semarak pesta diisi dengan acara “Potong Tumpeng” dan foto bersama antara Romo dengan para Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah. Sekitar pukul 12.00 WIB, Romo Ronny memimpin doa syukur sekaligus doa santap siang. Bersamaan dengan acara santap siang, hiburan-hiburan terus bergulir. BIA, OMK, Bapak Felix, masing-masing tampil membawakan tari dan lagu. Di sela-selanya, kembali diumumkan pemenang doorprize yang lain. Setidaknya ada 30 item doorprize dibagikan siang itu. Suasana begitu hidup dan semarak. Menjelang akhir acara Romo Ronny bersama Bapak Gregg Djako turut tampil memandu “Tari Jai”, sebuah tarian massal yang aslinya berasal dari daerah Nusa Tenggara. Bapak Felix, yang pada kesempatan “Pesta Umat” tersebut menyumbangkan suaranya yang memukau dengan membawakan 2 lagu lawas (“Delilah” dan “To Love Somebody”) dan juga Tari Jai sungguh mengentalkan suasana riang siang itu. Sekitar pukul 14.00 WIB kegembiraan diakhiri dengan doa penutup yang disampaikan oleh Romo Anton.

Umat tampaknya menikmati betul momen-momen kebersamaan siang itu. Saat dihubungi Acheropita, misalnya, Ibu Krisma, Ketua Lingkungan Santo Matius, mencetuskan, “Kalau menurut saya pesta ini cukup menarik….karena melibatkan semua umat dari lingkungan…semangatnya juga communio….” Enggar Bawono, yang juga adalah pendamping OMK, punya komentar senada: “Acara berlangsung meriah. Keterlibatan umat tinggi. Umat antusias mengikuti acaranya. Seluruh umat larut dalam sukacita.” Sementara Ibu Rara Sarini memaparkan pandangannya yang cukup menyeluruh sehubungan dengan “Pesta Umat” siang itu: “Secara keseluruhan acaranya luar biasa. Misa tepat waktu, tidak bertele-tele tapi sangat mengesan. Prosesi Tor-Tor sangat meriah. Acara di panggung mulai dari tarian sampai lagu-lagu bagus walaupun persiapan mereka sangat singkat. Makanan sangat banyak dan enak. Betul-betul ini yang namanya pesta rakyat/umat. Umat menyatu. Romo berkeliling menyalami dan disalami oleh umat. Foto-foto bersama dan sangat dekat dengan umat. Tanda bahwa Romo Anton sangat dicintai umatnya. Kerelaan besar dari seluruh panitia untuk persiapan luar biasa. Dengan dana yang terbatas tetapi makanan bisa melimpah. Banyak sumbangan dari umat. Umat puas sekali sampai kekenyangan. Doorprize-nya juga banyak sekali. Umat rela menunggu sampai acara selesai. Parkir rapih dan lancar. Wis pokoke proficiat buat semuanya. Semangat buat Romo Anton dan seluruh umat.”

Bapak Gregg Djako, Ketua Panitia Penyelenggara “Pesta Umat” itu sendiri, juga punya penilaian positif mengenai penyelenggaraan acara siang itu: “Jumlah umat yang hadir dalam acara melampaui yang sudah ditargetkan. Acara berjalan dengan lancar dan tujuan pesta umat tercapai. Semua umat telibat dalam acara. Umat bergembira bersama menari bersama. Semua lingkungan aktif. Dan saya sebagai ketua panitia menyampaikan terima kasih kepada semua lingkungan dan wilayah atas peran serta aktifnya. Umat yang hadir menurut saya melebihi jumlah yang kita perkirakan. Semua karena kecintaan pada pastor parokinya. Acara juga berlangsung sesuai dengan yang telah ditetapkan panitia…..karena targetnya communio dan kebersamaan. Semua dapat berjalan lancar. Sesuai dengan yang sudah digariskan dalam rapat.”

Sehubungan dengan Romo Anton sendiri, berhasil menjalani Imamat selama 25 tahun sejatinya merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dan merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Semoga ke depannya Romo Anton dapat tetap setia menjalani Imamatnya dan terang Tuhan semakin terpancar dalam dan pada diri Romo Anton. Lalu, sebagaimana dikatakan Bapak Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM, di dalam Buku Kenangan “25 Years of Journey (11 Juni 1994 – 11 Juni 2019), Tahbisan Presbyterat RD Bartolomeus Gatot Wotoseputro dan RD Antonius Dwi Haryanto”: “….Sambil kita bersyukur atas anugerah Tuhan ini, mari kita bahu membahu, bergandengan tangan serta dengan riang hati, memperteguh iman kita dalam Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Dalam keteguhan iman dan sebagai saksi-saksi iman Gereja, kita berjalan bersama (ber-SINODE) untuk menghidupi ‘Sukacita injili sebagai Communio yang Peduli (berbelas-kasih), berwawasan Cinta Alam serta memiliki hati yang berkobar-kobar untuk ber-Misi mewujudkan Amanat Agung Kristus, yakni ‘Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman’ (Mat 18: 19-20).” (*/dack)

833 total views, 20 views today

About Michael Dhadack Pambrastho 29 Articles
Ketua Komsos Paroki St Ignatius Loyola Semplak Bogor Periode 2019-2022