SATU DALAM KEGEMBIRAAN BERSAMA: Family Gathering 2019 Wilayah St Petrus

ADA banyak cara bisa dilakukan untuk mempertautkan antara satu anggota dengan anggota yang lain dalam sebuah komunitas. Salah satunya adalah dengan mengadakan “Family Gathering” (Kumpul Keluarga). Diprakarsai oleh Theresia Tri Yanthi sebagai Ketua Wilayah dan dibantu terutama oleh Ibu Tantri dan Mbak Melan –selaku Pengurus Wilayah— yang telah bekerja keras mempersiapkan segala kelengkapan acara, Wilayah St Petrus mengadakan acara “Family Gathering 2019” pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019, yang lalu. Para Ketua Lingkungan, yakni Bu Lena (Lingkungan Rafael), Bu Krisma (Lingkungan Matius), Pak Ismuhadi (Lingkungan Mikael), Pak Christian (Lingkungan Gabriel), Pak Thomas (Lingkungan Lusia), pun tak ketinggalan turut menyingsingkan lengan bajunya  menyediakan berbagai hal demi terselenggaranya acara. Kegiatan tersebut mengambil tempat di Villa Candali, yang berada di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor. Diikuti sekitar 44 orang dari 6 Lingkungan (Matius, Lusia, Theresia, Mikael, Gabriel, Rafael) yang ada di Wilayah 2 (St Petrus), acara berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Keluarga Bapak Kriswantoro, Keluarga Bapak Ismuhadi, Keluarga Bapak Errick, Keluarga Bapak Mickey, Pak Sugeng, Bu Siahaan, Bu Pitoyo adalah beberapa yang dapat segera disebut yang turut memeriahkan kesempatan “Kumpul Keluarga” itu. Meski singkat, nyatanya, acara tersebut telah mengukir keakraban dan kenangan tentang kebersamaan di antara warga yang menjadi anggota Wilayah St Petrus Semplak itu.

“Biar saling kenal…cari orang yang kira-kira bisa bantu kalau nanti Wilayah punya acara…, “ demikian cetus Tri, demikian Ibu Ketua Wilayah St Petrus itu biasa disapa, saat ditanya mengapa Pengurus Wilayah St Petrus mengadakan “Family Gathering 2019”. Dan, memang, seluruh warga komunitas Wilayah St Petrus yang berkumpul dalam acara tersebut, saat itu, dapat saling membaur, bercanda bersama, saling menyapa dan saling mengenal satu dengan yang lainnya. Satu dalam kegembiraan bersama. 

Bung Dinar dan “asistennya”, Mbak Sendy, pun menjalankan perannya dengan sangat baik. Bung Dinar dan Mbak Sendy adalah pemandu yang mendampingi dan menjadi “pemicu serta sumber” semarak keceriaan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari pada Sabtu di penghujung bulan Agustus 2019 itu. Berbagai model “ice-breaking” dan “games” diperkenalkan dan diperagakan sebagai sarana membangun kegembiraan, kebersamaan dan kesalingpahaman di antara peserta. Dari mulai gerak dan lagu “aramzamzam”, penciptaan dan peragaan yel-yel hingga permainan “dorong bola pimpong”, estafet lingkaran tali, lempar bantal basah, lempar gelang dan berbagai “games” lainnya, semua dimainkan dan berhasil memancing keguyuban serta tawa riang semua yang mengikuti acara.

Secara keseluruhan, tampaknya, acara tersebut telah berhasil mencapai sasarannya: mengumpulsatukan, mempertautkan dan membuat yang satu mengenal yang lain. Dari sana diharapkan bahwa di kemudian hari mereka, umat di Wilayah St Petrus, dapat lebih saling menaruh perhatian dan tergerak untuk saling membantu dalam karya-karya pelayanan kepada Tuhan, Gereja dan sesama. Semoga.

Wilayah lain….kapan menyusul mengadakan acara yang serupa? (*/tri/dack)

406 total views, 24 views today