WKRI Semplak Sarasehan Berkebun Organik

WKRI DPC St Ignatius Loyola Semplak Bogor berkegiatan lagi. Pada tanggal 14 September 2019 mereka mengadakan sarasehan dengan tema “Berkebun Organik di Pekarangan Rumah”. Sarasehan ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan rumah bagi ibu-ibu. Berlangsung dari sekitar pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB, kegiatan ini mengambil tempat di halaman parkir Gereja St Ignatius Loyola Semplak. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Prof. Dr. Ir. Agus Sukamto. Acara itu dihadiri oleh pengurus DPC dan para anggotanya. Sekitar 35 orang tampak memeriahkan kesempatan bertukar pengetahuan dan pengalaman tentang berkebun organik kali itu. Sepanjang yang dapat dipantau, para peserta tampak antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan tersebut.

Banyak pengetahuan yang disampaikan oleh Bapak Agus Sukamto dalam kesempatan kali itu. Berbagai faktor yang berkaitan dengan proses pertumbuhan dan cara penanganan dari tanaman yang biasa ada di sekitar kita disampaikan dengan gamblang dan menarik. Dari berbagai hal yang diperoleh peserta kali itu, yang menarik, barangkali, adalah kesimpulan bahwa selain dari faktor genetik, perawatan, pemupukan dan sinar matahari, tanaman nyatanya juga membutuhkan kasih sayang dari kita untuk bisa bertumbuh dengan baik. Maka sentuhan-sentuhan manusiawi juga dibutuhkan dalam merawat tanaman. Selain itu, hal-hal yang bersifat praktis juga tak luput dielaborasi dalam proses transfer informasi yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu. Dijelaskan dan ditekankan juga mengenai bagaimana cara memanfaatkan lahan secara semaksimal mungkin dan bagaimana sampah-sampah rumah tangga sejatinya dapat dijadikan kompos yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Sebuah tips kecil tapi menarik yang juga disampaikan, misalnya, adalah bahwa sisa air cuci beras, sisa air cuci ikan atau daging ternyata amat baik jika dipakai untuk menyiram tanaman.

Selain acara bertukar pengetahuan dan pengalaman berkebun organik, pada hari yang sama itu juga dilangsungkan pengumuman pemenang menanam bibit tanaman. Sebagaimana diketahui bersama, pada bulan April 2019 yang lalu telah dibagikan bibit-bibit tanaman kepara para anggota WKRI DPC St Ignatius Loyola untuk ditumbuhkembangkan di rumah masing-masing. Penilaian lalu diadakan pada tanggal 8 September 2019.

Dari 45 bibit tanaman yang diberikan kepada WKRI Semplak ternyata hanya 16 bibit yang berhasil tumbuh. Dari yang ada itu, telah keluar beberapa nama sebagai pemenang dengan hasil pertumbuhan bibit tanaman yang terbaik. Sebagai juara pertama adalah Ibu Intan dari Ranting Don Bosco. Sebagai juara kedua adalah Ibu Magdalena dari Ranting Santo Petrus. Dan sebagai juara ketiga adalah Ibu Lucy dari ranting Don Bosco.

Ap yang dilakukan oleh WKRI DPC St Ignatius Loyola tersebut di atas, sekilas, mungkin tampak sederhana dan tidak segera terasa sebagai sesuatu hal yang spektakuler. Namun, hal tersebut bukannya  lantas berarti merupakan hal yang tak perlu untuk terus dilakukan dan diupayakan. Karena, hal tersebut akan menunjukkan pengaruhnya yang signifikan jika ia telah menjadi sebuah gerakan bersama yang meluas dan dikerjakan oleh semakin banyak orang atau kelompok orang. Persis itulah yang dicakup sebagai bagian dari mimpi para penggagas acara tersebut di atas. Sehubungan dengan hal tersebut, pengurus WKRI DPC St Ignatius Loyola Semplak pun tak lepas dari harapan bahwasanya langkah-langkah kecil ini kelak akan bermanfaat untuk diri sendiri dan lingkungan sekitar kita dan pada akhirnya dapat menyelamatkan bumi kita yang tercinta ini. Kita doakan agar harapan tersebut tidak hanya menjadi sekedar “lamunan di tengah siang hari bolong”. Semoga. (*/krisma/dack)

592 total views, 9 views today