WKRI RANTING ST PETRUS ADAKAN PELATIHAN MEMBUAT TAHU

Rutinitas WKRI Ranting St Petrus yang dijalani setiap bulannya adalah mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan tersebut biasanya diisi dengan satu agenda tetap yaitu arisan bulanan dan satu kegiatan tambahan yang berbeda-beda setiap bulannya.

Pada 5 Oktober 2019 yang lalu, selain arisan diadakan pula kegiatan pelatihan membuat pangan sehat yaitu tahu yang berbahan dasar kacang kedelai. Kesibukan tersebut mengambil tempat di kediaman Ibu Magdalena Kriswantoro yang terletak di bilangan Taman Yasmin Sektor 6 Curug Mekar Bogor. Hadir dalam acara tersebut adalah anggota WKRI Ranting St. Petrus (RFA) yang berjumlah 18 orang, undangan dari WKRI Ranting St. Don Bosco (RDB) yang berjumlah 3 orang dan wakil dari WKRI Cabang St. Iglo yang berjumlah 2 0rang. Sebenarnya ada 1 Ranting lagi yaitu Ranting St Fransiskus Asisi (RFA) yang sedianya akan hadir pula mengikuti kegiatan tersebut. Tapi akhirnya mereka tidak bisa hadir karena ada acara bersamaan di Wilayah 3 yaitu misa HUT St Fransiskus Asisi. Sebagai pengajar dalam kegiatan pelatihan tersebut adalah Tim Dosen dari Universitas Atmajaya Jakarta Jurusan Teknologi Pangan, yang terdiri dari: Dr. Ir. Tati Barus, M.Si., Yasinta Ratna E. Wulandari, M. Si., Dr. Rory A. Hutagalung dan Dionysius Subali, S. Si., M. Bioptek. Salah satu anggota tim pengajar, yakni Ibu Ratna, kebetulan adalah umat Paroki St Iglo dari Lingkungan Christoforus.

Dalam pelatihan membuat tahu ini, semua bahan dan peralatan disiapkan oleh Seksi Pendidikan di WKRI RSP yang dipunggawai oleh ibu Rara Sarini, yang juga adalah guru di SMA RP Bogor. Selain itu, tuan rumah turut pula membantu menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan dalam kegiatan pelatihan tersebut yaitu: kain kasa, blender, panci, saringan kompor, dan beberapa lagi lainnya.

Kegiatan arisan bulanan dan pelatihan itu sendiri berlangsung sejak pagi. Sekitar pukul 09.00 WIB tamu-tamu hadir mengisi daftar hadir dan dilanjutkan dengan doa pembukaan serta menyanyikan Mars WKRI. Setelah itu acara berlanjut dengan agenda kocok arisan. Lepas dari arisan, kegiatan langsung masuk ke acara pelatihan membuat tahu. Acara pelatihan diawali dengan penjelasan teori terlebih dahulu dan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Lalu, lanjut lagi dengan praktek dimana para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Sekitar pukul 12.00 WIB tahu sudah selesai diproses dan langsung digoreng untuk dinikmati bersama dalam acara santap siang. Pukul 13.00 WIB kesibukan pun berakhir. Acara selesai.

Setelah selesai, kepada tim pengajar diberikan souvenir 2 tanaman hias untuk kenang-kenangan. Dan sebelum penutupan ada penilaian dan pembagian hadiah untuk lomba membuat kreasi dari lintingan koran bekas yang diajarkan pada pertemuan 2 bulan yang lalu.

Jika mesti diringkaskan, inti dari semua pelatihan yang diberikan kepada ibu-ibu di WKRI adalah PDCA (Plan, Do, Check, Action). Dengan semuanya itu diharapkan para ibu-ibu bisa membuat perencanaan tertentu dalam kehidupannya yang mungkin bisa menambah penghasilan lain di rumah tangganya, mampu mengerjakannya dengan baik setelah memperoleh ilmu dan pelatihan-pelatihan yang diadakan dalam setiap pertemuan, dan terus meningkatkan kualitas dari apa yang dikerjakannya. Atau, dengan kata lain, mereka dapat melakukan: Continous Improvement.

Semoga dengan segala pelatihan ini para ibu di WKRI St Ignatius Loyola Semplak dapat semakin kreatif dan terinsiprasi untuk mengerjakan berbagai hal yang berguna, baik untuk diri mereka sendiri maupun bagi orang-orang lain di sekitar mereka. Semoga!!! (*/agnes pinky/dack) 

745 total views, 6 views today